Laundry Awards 2019 Hadirkan Pengusaha Laundry Terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara

Indonesia Best Practices Laundry Awards 2019 Hadirkan Pengusaha Laundry Terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara


img-1563429043.jpg


Indonesia Best Practices Laundry Awards 2019 usai dilaksanakan, yang merupakan tahun kedua diselenggarakannya IBPLA, event yang digadang-gadang sebagai event penghargaan tertinggi untuk bisnis laundry terbaik di Indonesia ini diselenggarakan dalam suasana penuh kemeriahan.


Event ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada para pengusaha laundry (baca: laundrypreneur) sekaligus ASLI sebagai asosiasi yang ingin turut serta berpartisipasi dalam memajukan serta meningkatkan level pengusaha kecil dan menengah agar terus bertumbuh sehingga membuka lapangan pekerjaan baru dan turut membangkitkan perekonomian Bangsa Indonesia.


Bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran bertepatan dengan diadakannya Expo Clean & Expo Laundry 2019, perhelatan award ini menggema di seluruh area gedung Hall A, arena pameran tersebut. 


Ajang ini merupakan bagian dari perhelatan award internasional, Global Best Practices Awards 2020 atau GBPA 2020 yang diselenggarakan oleh CINET di Frankfurt, Jerman, Juni 2020 mendatang.

img-1563429119.jpg


CINET (International Committee of Textile Care) adalah payung dari asosiasi maupun perhimpunan organisasi laundry sedunia. CINET memiliki anggota dari ratusan negara dan Indonesia melalui ASLI menjadi salah satunya. Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) telah menjadi bagian dari CINET dan untuk kali kedua didaulat mengadakan Indonesia Best Practices Laundry Awards 2019 (IBPLA 2019).


Menurut Ketua Umum sekaligus sebagai Ketua Panitia, Apik Primadya, selain IBPLA untuk kategori nasional, tahun ini juga spesial karena sekaligus dihelatnya penghargaan tertinggi usaha laundry negara-negara Asia Tenggara dalam Southeast Asia Best Practices Awards (SEA-BPA 2019). 


Diikuti oleh 72 peserta dari seluruh daerah di Indonesia dan kawasan negara Asia Tenggara, kemudian dilakukan penyaringan 50 besar dan seleksi akhir, maka ditetapkan 10 nominator IBLA yang selanjutnya melakukan presentasi di depan dewan juri pada 11 Juli dan 9 nominator dari kategori SEA-BPA tanggal 12 Juli 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.


Penjurian kepada para finalis dilakukan dengan cara mengunjungi workshop dan outlet peserta. Melakukan verifikasi dan validasi melalui wawancara dan memasukkan parameter form survey yang diberikan oleh CINET. Dengan tim juri dari panitia disebar untuk mengunjungi mereka yang berasal dari Padang, Jakarta, Banten, Bogor, Cirebon, Samarinda, Banjarmasin hingga Papua.


Berikut 10 nominasi dari IBPLA yaitu 

1. JM Laundry – Padang, Sumatera Barat

2. Setrika Areng Laundry  – Bogor, Jawa Barat

3. Beehive Laundry – Jakarta

4. Mamits Laundry – Tangerang, Banten

5. Netto Laundromat – Jakarta

6. Jourdan Laundry Express - Jakarta

7. Wasre Bandung – Cirebon, Jawa Barat

8. Kumala Laundry – Banjarmasin, Kalimantan Selatan

9. Istana Laundry – Samarinda, Kalimantan Timur

10. K-Jaya Laundry – Jayapura, Papua


Dan 9 nominator dari SEA-BPA yaitu 

1. Box24 - Thailand, Singapura & Malaysia

2. Jeeves - Indonesia

3. Vivaglo - Indonesia

4. Drop & Wash - Malaysia

5. Laundry Zone - Malaysia

6. QNC - Indonesia

7. Clean Wash - Brunei

8. Drip & Dry - Filipina

9. Pulito - Indonesia


Dewan Juri terdiri dari Peter Wennekes dari President & CEO of CINET, Maria Eva dari Sekjen ASLI, Herry Basuki sebagai praktisi laundry dan HIPLI, Zhu Lijun dari China Laundry Association & perwakilan CINET Asia, dan Elvirina dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI.


Dalam setiap pemaparan, meskipun terlihat sedikit tegang namun seluruh finalis terlihat cukup percaya diri dan mempersiapkan dengan baik dari mulai penyediaan video profile, materi presentasi hingga sesi tanya jawab.


Para supporter dari setiap finalis tampak antusias dan riuh menggemakan ruangan saat jagoan mereka dipanggil oleh MC. Sambil mengangkat poster-poster dukungan, mereka meneriakkan “Go German Go German Go….” dengan penuh semangat.


Dalam suasana yang cukup mendebarkan, akhirnya diumumkan pemenang

Indonesia Best Practices Laundry Awards 2019:

Juara I - Netto Laundromat – Jakarta

Juara II - Istana Laundry – Samarinda, Kalimantan Timur

Juara III - Setrika Areng Laundry  – Bogor, Jawa Barat

Kategori Sustainability – Istana Laundry, Samarinda Kalimantan Timur

Kategori Innovation - Kumala Laundry, Banjarmasin Kalimantan Barat

Kategori CSR - JM Laundry, Padang Sumatera Barat


img-1563428933.jpg


Southeast Asia Best Practices Awards 2019:

Juara I - Jeeves, Indonesia

Juara II - Vivaglo, Indonesia

Juara III - Drop & Wash, Malaysia

Kategori Sustainability – Vivaglo, Indonesia

Kategori Innovation - Box24, Thailand




Netto Laundromat dan Jeeves sebagai pemenang Overall Category mendapatkan tiket PP ke Frankfurt, Jerman termasuk akomodasi selama dua hari dan uang saku Rp 10 juta. Sementara juara 2 dari Istana Laundry mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 5.000.000 dan juara 3 dari Setrika Areng mendapatkan hadiah uang tunai Rp 3.000.000.

Seluruh finalis juga mendapatkan bingkisan dari para sponsor dan pendukung acara berupa produk dan voucher menarik.


Apa kata Juara 1?

Michelle dari Jeeves Indonesia dan Kevin Nathaniel dari Netto Laundromat yang terpilih sebagai juara 1 Indonesia Best Practices Laundry Awards 2019, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya manakala dirinya disebut sebagai pemenang Juara 1 dan overall category.


Dalam pidato kemenangannya, Michelle mengatakan bahwa sangat excited menjadi pemenang Southeast Asia Best Practices Awards 2019. Tahun lalu Jeeves juara 1 di Indonesia dan Juara 3 di tingkat dunia. Tahun ini Jeeves menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dan siap menjadi juara di tingkat dunia, Global Best Practices Awards 2020.


Sedangkan Kevin sebagai pemenang Indonesia Best Practices Laundry Awards, menceritakan kilas balik bisnis laundrynya.


“Tidak terasa sudah 9 tahun sejak saya memulai usaha laundry. Saya ingat sekali saat itu saya masi berusia 17 tahun ketika memulai usaha laundry kiloan saya yang pertama pada tahun 2010 lalu. Kerja lembur-lemburan dan jaga laundry sendiri ketika karyawan libur merupakan hal yang sangat biasa pada saat itu" kata Kevin mengawali.


"Teringat juga pada akhir tahun 2011 silam, laundry koin pertama saya dibuka dan menjadi batu pondasi serta contoh solid yang masi banyak dipakai sampai hari ini di banyak laundry lain nya. Pada saat itu laundry koin merupakan hal yang sangat asing dan untuk menentukan SOP yang tepat sangat membutuhkan trial dan error" Lanjutnya,


"Kini 9 tahun berlalu, laundry saya yg dikenal sebagai Netto Laundry telah memiliki 50+ cabang dan masih akan terus berkembang. Hal ini dimudahkan oleh SOP dan trial error yang kami terus lakukan dan kembangkan sejak 2011 silam. Tentunya dengan bantuan para tim dan pelanggan setia kami.”  kata Kevin yang disambut sorakan seluruh isi ruangan.


“Terima kasih kepada Asosiasi Laundry Indonesia dan PT Media Artha Sentosa yang telah meng-arrange acara yang sangat membanggakan ini, dan seluruh dewan juri yang terhormat yang telah mensukseskan kompetisi ini,” ujarnya mengakhiri pidato kemenangan.


Jakarta,


Apik Primadya

Ketua Panitia

Komentar

    Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar